Intellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation
https://journal.makwafoundation.org/index.php/intellect
<p>The <strong>Intellect</strong> : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation aims to promote research and scholarship on the innovation of technology in secondary and higher education, as well as promote effective practice, and inform policy in education. The Intellect publishes papers related to theoretical foundations, design, analysis and implementation, as well as effectiveness and impact issues related to learning technology. The <strong>Intellect</strong> : International Journal of Learning and Technological Innovationn published by <a href="https://makwafoundation.org">Yayasan Lembaga Studi Makwa</a> (Makwa Foundation) with ISSN online <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220917441038201"><strong>2962-9233.</strong></a></p>Yayasan Lembaga Studi Makwaen-USIntellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation2962-9233Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Web
https://journal.makwafoundation.org/index.php/intellect/article/view/849
<p><em>Community organizations today often face obstacles in managing member, activity, and financial data centrally and efficiently. This condition causes difficulties in tracking information, coordinating between members, and making timely decisions. Therefore, community organizations need an integrated web-based Management Information System (SIM) to facilitate data management, increase transparency, and support the decision-making process effectively. The purpose of this research is to create and build a community organization management information system that can be accessed via the internet. This system will help the North Jakarta Tribal Agency for National Unity and Politics manage and manage data on community organizations (Ormas) in a systematic and effective way. This research uses observation, interviews, and literature studies. The Waterfall System Development Life Cycle (SDLC) model was employed for system development, while the Unified Modeling Language (UML) was utilized to design use case, activity, and class diagrams. The system incorporates features for data management, activity proposal submission, activity reporting, and society registration. The functionality of each feature was validated through system testing using the Blackbox method. The implementation of this information system has been demonstrated to enhance data management efficiency, reduce error occurrence, and facilitate enhanced supervision of CSO activities by the National Unity and Political Organization Tribe.</em></p> <p><em>Abstrak</em></p> <p>Organisasi kemasyarakatan saat ini seringkali menghadapi kendala dalam mengelola data anggota, kegiatan, dan keuangan secara terpusat dan efisien. Kondisi ini menyebabkan kesulitan dalam pelacakan informasi, koordinasi antaranggota, dan pengambilan keputusan yang tepat waktu. Sehingga organisasi kemasyarakatan memerlukan Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis <em>web</em> yang terintegrasi untuk memudahkan pengelolaan data, meningkatkan transparansi, dan mendukung proses pengambilan keputusan secara efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan membangun sistem informasi manajemen organisasi masyarakat yang dapat diakses melalui internet. Sistem ini akan membantu Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Utara mengelola dan mengelola data organisasi masyarakat (Ormas) dengan cara yang sistematis dan efektif. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan studi pustaka. <em>Sistem Development Life Cycle</em> (SDLC) model <em>Waterfall</em> digunakan untuk pengembangan sistem, sementara <em>Unified Modeling Language</em> (UML) merancang diagram <em>use case, aktivitas, </em>dan<em> class</em>. Sistem ini memungkinkan manajemen data organisasi, pengajuan usulan kegiatan, laporan kegiatan, dan fitur registrasi Ormas. Setiap fitur berjalan dengan benar ditunjukkan oleh pengujian sistem dengan metode <em>Blackbox</em>. Dengan penerapan sistem informasi ini, proses pengelolaan data menjadi lebih efisien, kesalahan pencatatan diminimalkan, dan pengawasan aktivitas Ormas oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi lebih mudah.</p>Alief MaripatullahAlexius Ulan BaniFebri Dolis HerdianiJoko Saputro
Copyright (c) 2025 Alief Maripatullah, Alexius Ulan Bani, Febri Dolis Herdiani, Joko Saputro
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-02-192025-02-194111410.57255/intellect.v4i1.849Desain Media Evaluasi Pembelajaran TIK Menggunakan Aplikasi Hot Potatoes Di MTsN 6 Solok
https://journal.makwafoundation.org/index.php/intellect/article/view/846
<p><em>This article is based on the learning evaluation process which is still done manually which takes time to correct students' answers, the obstacles that often occur are due to the limited number of printed books used to see the questions where students have to share printed books with their deskmates. Therefore, students become unfocused when working on the questions given by the teacher. So that the learning evaluation process becomes less effective with the methods used by the teacher. Therefore, valid, practical and effective learning evaluation media are needed to help teachers and students in the learning evaluation process at MTsN 6 Solok. Research and Development (R&D) research method. Media development with PEE consists of planning, production, evaluation. Evaluation of the validity, practicality, and effectiveness of the product is carried out using a questionnaire to assess the media that has been developed. This assessment involves media experts, teachers, and students. The test results showed that the validity test involving 4 experts produced a score of 0.82 with a valid category. The practicality test involving 11 respondents produced a score of 0.94 with a very high category. Meanwhile, the effectiveness test conducted by 1 teacher and 34 students obtained a score of 0.89 with a high effectiveness category.</em></p> <p><em>Abstrak</em></p> <p>Artikel ini didasarkan pada proses evaluasi pembelajaran masih dengan cara manual yang membutuhkan waktu untuk mengoreksi jawaban peserta didik, kendala yang sering terjadi karena terbatasnya buku cetak yang digunakan untuk melihat soal dimana peserta didik harus berbagi buku cetak dengan teman sebangku. oleh karena itu peserta didik menjadi tidak fokus saat mengerjakan soal yang diberikan guru. Sehingga proses evaluasi pembelajaran menjadi kurang efektif dengan metode yang digunakan guru. Oleh karena itu diperlukan media evaluasi pembelajaran yang valid, praktis dan efektif agar dapat membantu guru dan peserta didik dalam proses evaluasi pembelajaran di MTsN 6 Solok. Metode penelitian <em>Research and Development</em> (R&D). Pengembangan media dengan PEE terdiri dari <em>planning</em> atau perencanaan, <em>production</em> atau memproduksi, <em>evaluation</em> atau evaluasi. Evaluasi terhadap validitas, kepraktisan, dan keefektifan produk dilakukan dengan menggunakan angket untuk menilai media yang telah dikembangkan. Penilaian ini melibatkan ahli media, guru, dan peserta didik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa uji validitas yang melibatkan 4 ahli menghasilkan skor 0,82 dengan kategori valid. Uji kepraktisan yang melibatkan 11 responden menghasilkan skor 0,94 dengan kategori sangat tinggi. Sementara itu, uji efektivitas yang dilakukan oleh 1 guru dan 34 peserta didik memperoleh skor 0,89 dengan kategori efektivitas tinggi.</p>Viska Mai RandaHari Antoni MusrilRiri OkraSarwo Derta
Copyright (c) 2025 Viska Mai Randa, Hari Antoni Musril, Riri Okra, Sarwo Derta
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-02-192025-02-1941152910.57255/intellect.v4i1.846A Review on Trends and Effectiveness of Rainfall Prediction Models for Smart Irrigation: Toward Future Development
https://journal.makwafoundation.org/index.php/intellect/article/view/1364
<p><em>Rainfall prediction is critical for enabling precision irrigation, particularly in tropical agricultural regions vulnerable to climate variability. This review systematically examines 15 peer-reviewed articles published between 2019 and 2024, using the PRISMA framework to evaluate the performance and applicability of rainfall prediction models for precision agriculture. The models are categorized into statistical (e.g., ARIMA), artificial intelligence (e.g., ANN, LSTM, ELM), and hybrid approaches (e.g., Neural Prophet–LSTM, ANFIS). Quantitative synthesis based on RMSE, MAE, MAPE, and R² reveals that hybrid models generally yield the highest predictive accuracy (e.g., RMSE = 0.0633; R² = 0.98), while AI models perform well on daily, nonlinear datasets but require extensive computational resources and expertise. In contrast, ARIMA remains the most practical and reliable option for monthly forecasting in data-scarce environments, offering a balance between accuracy and operational feasibility (e.g., RMSE = 69.506; MAPE = 31.41%). Contextual factors such as data availability, digital infrastructure, and user capacity significantly influence model suitability. The review also highlights real-world implementations and practical challenges—such as sensor limitations and technical skill gaps—associated with deploying advanced models. Ultimately, this review provides a comparative perspective to guide model selection based on statistical performance and implementation readiness. It further supports national food security goals by aligning predictive modeling with the operational needs of climate-resilient agriculture in supporting climate-resilient agriculture in tropical regions.</em></p> <p><em>Abstrak</em></p> <p>Prediksi curah hujan merupakan komponen penting dalam mendukung irigasi presisi, terutama di wilayah pertanian tropis yang rentan terhadap variabilitas iklim. Kajian ini secara sistematis menelaah 15 artikel ilmiah terbitan tahun 2019 hingga 2024 dengan menggunakan kerangka PRISMA, untuk mengevaluasi kinerja dan relevansi model prediksi curah hujan dalam konteks pertanian presisi. Model yang dianalisis mencakup pendekatan statistik (misalnya ARIMA), kecerdasan buatan (seperti ANN, LSTM, ELM), serta model hibrida (seperti Neural Prophet–LSTM dan ANFIS). Sintesis kuantitatif berdasarkan indikator RMSE, MAE, MAPE, dan R² menunjukkan bahwa model hibrida umumnya memberikan akurasi prediksi tertinggi (misalnya RMSE = 0,0633; R² = 0,98), sementara model AI efektif untuk data harian yang kompleks namun membutuhkan sumber daya komputasi dan keahlian teknis yang tinggi. Di sisi lain, ARIMA tetap menjadi pilihan paling praktis untuk peramalan bulanan di wilayah dengan keterbatasan data dan infrastruktur, karena mampu menyeimbangkan akurasi dan kemudahan operasional (misalnya RMSE = 69,506; MAPE = 31,41%). Faktor kontekstual seperti ketersediaan data, kesiapan infrastruktur digital, dan kapasitas pengguna sangat memengaruhi kesesuaian model. Kajian ini juga mengidentifikasi tantangan implementasi nyata, termasuk keterbatasan sensor dan rendahnya literasi teknologi. Secara keseluruhan, ulasan ini memberikan panduan komparatif dalam memilih model berdasarkan performa statistik dan kesiapan penerapan, serta mendukung upaya ketahanan pangan nasional melalui pemodelan prediksi yang kontekstual dan adaptif terhadap iklim.</p>Olivia WardhaniRayfal Mayvandra Aurora Akbar Mayvandra Aurora AkbarYasabuana Athallahaufa Natawijaya
Copyright (c) 2025 Olivia Wardhani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3041304110.57255/intellect.v4i1.1364Analisis Perbandingan Prediksi Harga Rumah Dengan Random Forest, Gradient Boosting, dan XGBoost
https://journal.makwafoundation.org/index.php/intellect/article/view/1385
<p><em>House price prediction poses a significant challenge in the property sector, especially in the Yogyakarta region, which exhibits a wide range of price variations. This study aims to compare the performance of three regression algorithms such as Random Forest, Gradient Boosting, and XGBoost, in building predictive models based on features such as land area, building area, number of bedrooms, bathrooms, and garage availability. The dataset analyzed consists of 1,642 entries, with house prices ranging from IDR 7 million to IDR 4.37 billion, an average price of IDR 1.14 billion, and a mode of IDR 775 million. Model evaluation was conducted using Mean Squared Error (MSE) and the coefficient of determination (R²), where XGBoost achieved the best performance with an MSE of 1.56 × 10¹</em><em>⁴</em><em> IDR</em><em>²</em><em>, an R</em><em>²</em><em> of 0.7746, and a Root Mean Squared Error (RMSE) of approximately IDR 12.5 million. These results indicate that XGBoost outperforms the other two models in handling complex tabular data and provides more accurate predictions. The predictive model has practical potential to be utilized by property developers, real estate agents, and local governments as a decision-support tool for price estimation, market evaluation, and data-driven urban planning. These findings highlight that selecting the appropriate algorithm can significantly enhance the quality of house price prediction.</em></p> <p><em>Abstrak</em></p> <p>Prediksi harga rumah menjadi tantangan penting dalam bidang properti, khususnya di wilayah Yogyakarta yang memiliki variasi harga cukup ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa tiga algoritma regresi yaitu <em>Random Forest, Gradient Boosting</em>, dan <em>XGBoost</em> digunakan untuk membangun model prediksi harga rumah berdasarkan fitur seperti luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar tidur, kamar mandi, dan garasi. Data yang dianalisis mencakup 1.642 entri dengan harga rumah berkisar antara Rp 7 juta hingga Rp 4,37 miliar, harga rata-rata sebesar Rp 1,14 miliar, dan modus Rp 775 juta. Evaluasi model dilakukan menggunakan metrik <em>Mean Squared Error</em> (MSE) dan koefisien determinasi (R²), di mana <em>XGBoost</em> menghasilkan performa terbaik dengan MSE sebesar 1,56 × 10¹⁴ rupiah², R² sebesar 0,7746, dan <em>Root Mean Squared Error</em> (RMSE) sekitar 12,5 juta rupiah. Hasil ini menunjukkan bahwa <em>XGBoost</em> lebih unggul dalam menangani data tabular kompleks dan memiliki akurasi prediksi yang lebih baik dibanding dua model lainnya. Model prediktif ini berpotensi digunakan oleh pengembang properti, <em>agen real estate</em>, maupun pemerintah daerah sebagai alat bantu dalam penetapan harga, evaluasi pasar, dan perencanaan tata ruang yang berbasis data. Temuan ini memberikan gambaran bahwa pemilihan algoritma yang tepat dapat meningkatkan kualitas prediksi harga properti.</p>Bety Wulan SariDonni Prabowo
Copyright (c) 2025 Bety Wulan, Donni Prabowo
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3041425110.57255/intellect.v4i1.1385Digitalisasi Pemesanan Produk Kerajinan Minangkabau Melalui Sistem Informasi Berbasis Web di UKM Putti Az-Zahra
https://journal.makwafoundation.org/index.php/intellect/article/view/1367
<p><em>Technological advancement has driven businesses to adopt digital systems to enhance efficiency and competitiveness, including within the small and medium enterprises (SMEs) sector. Putti Az-Zahra, an SME specializing in traditional Minangkabau handicrafts, still relies on manual processes for order management and reporting, which hampers operational effectiveness and market outreach. This study aims to design and develop a web-based ordering information system to improve transaction efficiency and expand customer access. The development method employed is the System Development Life Cycle (SDLC) using the waterfall model, consisting of requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance stages. The result is a web-based information system that enables customers to place orders online and facilitates automatic transaction data management and sales reporting. The system was tested using the black box method, confirming that all functionalities meet user requirements. This research contributes to the digital transformation of ordering processes in traditional craft-based SMEs and serves as a model that can be adapted by similar enterprises to enhance competitiveness in the digital era</em><em>.</em></p> <p>Abstrak</p> <p>Perkembangan teknologi mendorong perusahaan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi melalui penerapan sistem digital, termasuk pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). UKM Putti Az-Zahra, yang bergerak di bidang kerajinan tangan khas Minangkabau, menghadapi kendala dalam proses pemesanan dan pencatatan yang masih dilakukan secara manual, sehingga menghambat operasional dan jangkauan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi pemesanan berbasis <em>web</em> guna meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas akses pelanggan. Metode pengembangan yang digunakan adalah <em>System Development Life Cycle</em> (SDLC) model <em>waterfall</em>, melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil dari penelitian ini adalah sistem informasi berbasis <em>web</em> yang memungkinkan konsumen melakukan pemesanan secara daring serta membantu pengelolaan data transaksi dan pelaporan penjualan secara otomatis. Pengujian menggunakan metode <em>black box</em> testing menunjukkan bahwa sistem telah berjalan sesuai fungsionalitas yang diharapkan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap digitalisasi proses pemesanan pada sektor UKM kerajinan tradisional dan dapat menjadi model yang diadaptasi oleh UKM lain dalam meningkatkan daya saing di era digital.</p>Dona KurniaSadar Martua Haholongan SirFauzan Azim
Copyright (c) 2025 Dona Kurnia, Sadar Martua Haholongan Sir, Fauzan Azim
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3041526610.57255/intellect.v4i1.1367Pengembangan Media Interaktif Wordwall untuk Pembelajaran TIK Kelas VII di Pondok Pesantren Darul Makmur
https://journal.makwafoundation.org/index.php/intellect/article/view/1332
<p><em>This study aims to develop and implement an interactive learning resource using the Wordwall application for Information and Communication Technology (ICT) instruction among Grade VII students at Pondok Pesantren Darul Makmur Sungai Cubadak. The development of this media is motivated by the need to create a more active learning environment that enhances student motivation and understanding of the subject matter. The research employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model, which consists of five stages: Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This model was selected to enable the systematic and needs-based development of instructional materials. The traditional pesantren curriculum, which relies heavily on lecture-based methods, is considered insufficient to foster active participation and deep comprehension among students. Through the structured ADDIE process, instructional materials were developed starting from needs analysis to classroom implementation and effectiveness evaluation. The findings indicate that the use of Wordwall-based learning media increased student interest in learning by 35% and improved content comprehension by 40%. Moreover, students experienced a more engaging and dynamic learning environment through the use of interactive digital media. These findings contribute to pedagogical innovation in pesantren education by introducing a technology-enhanced, interactive approach. The developed model also holds potential for broader application, particularly in enhancing participatory and enjoyable ICT learning across various faith-based educational settings.</em></p> <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sumber belajar interaktif berbasis aplikasi <em>Wordwall</em> dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi siswa kelas VII di Pondok Pesantren Darul Makmur Sungai Cubadak. Pengembangan media ini didorong oleh kebutuhan akan pembelajaran yang lebih aktif, guna meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Penelitian menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (<em>Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation</em>). Model ini dipilih untuk memungkinkan penyusunan materi secara sistematis dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Kurikulum pesantren yang selama ini masih didominasi oleh metode ceramah dipandang kurang mendukung partisipasi aktif dan pemahaman mendalam siswa terhadap materi. Melalui model ADDIE, pengembangan dilakukan secara terstruktur, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan media, implementasi di kelas, hingga evaluasi efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis <em>Wordwall</em> mampu meningkatkan minat belajar siswa sebesar 35% dan pemahaman materi hingga 40%. Selain itu, siswa merasakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan dinamis berkat penggunaan media digital interaktif. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap inovasi pembelajaran di lingkungan pesantren dengan menghadirkan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan. Hasil pengembangan ini juga berpotensi untuk diadopsi secara lebih luas, khususnya dalam pengembangan metode pembelajaran TIK yang partisipatif dan menyenangkan di satuan pendidikan berbasis keagamaan</p>Rahman Saleh PulunganSupratman Zakirsupriadi supriadiLiza Efriyanti
Copyright (c) 2025 rahman saleh pulungan, Supratman Zakir , supriadi, Liza Efrianti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3041678110.57255/intellect.v4i1.1332Pengembangan Metode Sahl untuk Meningkatkan Pembelajaran Imla Aksara Arab Melayu di Madrasah Diniyah Takmiliyah Kecamatan Siabu
https://journal.makwafoundation.org/index.php/intellect/article/view/1365
<p><em>The decline of the Arab-Malay academic tradition among students highlights the need for relevant and contextual learning innovations. This study aims to develop a learning model for Arab-Malay script to improve imla (dictation) learning outcomes in Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) in Siabu District, Mandailing Natal Regency. The research employed the <strong>ADDIE</strong> development model, which includes the stages of needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. The trial was conducted in three MDTs and showed that the developed <strong>Sahl method</strong> met the criteria of <strong>validity, practicality, and effectiveness</strong>. Students' learning outcomes improved in most madrasahs, and both teachers and students responded very positively regarding the practicality of the method. These findings indicate that the Sahl method is feasible for use in imla learning at MDTs as an effort to preserve the Arab-Malay cultural heritage.</em></p> <p>Abstrak</p> <p>Penurunan budaya akademik Arab Melayu di kalangan pelajar mendorong perlunya inovasi pembelajaran yang relevan dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran aksara Arab Melayu guna meningkatkan hasil belajar imla di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Uji coba dilaksanakan di tiga MDT, dan hasilnya menunjukkan bahwa metode Sahl yang dikembangkan memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa di sebagian besar madrasah, dengan respon guru dan siswa yang sangat positif terhadap kepraktisan metode. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode Sahl layak diterapkan dalam pembelajaran imla di MDT sebagai upaya pelestarian budaya Arab Melayu.</p>Manahan EfendiZulhimma ZulhimmaZainal Efendi Hasibuan
Copyright (c) 2025 Manahan Efendi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3041828910.57255/intellect.v4i1.1365Hegemoni Digitalisasi Pasar Tradisional di Era Revolusi 5.0 : Studi Kasus Pasar Atas Baru Cimahi
https://journal.makwafoundation.org/index.php/intellect/article/view/1362
<p><em>This article examines the phenomenon of the digitalization of traditional markets at Pasar Atas Cimahi in the era of Industry 5.0, utilizing Antonio Gramsci's theory of hegemony as an analytical framework. The research focuses on the implementation of the QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) cashless payment system. A qualitative method with a case study approach was employed, gathering data through policy documentation, media reports, and semi-structured interviews with market vendors. The findings indicate that despite administrative compliance with the digitalization policy, its implementation has not been optimal due to several obstacles, such as low digital literacy, a significant age gap, the necessity for cash flow, and the burden of transaction fees. From a Gramscian perspective, this reflects a form of hegemonyan ideological domination that is outwardly accepted but not fully internalized by the dominated group. Digitalization is not entirely perceived as progress by the vendors; instead, it is also seen as a new burden that does not align with their real-world needs.This study recommends a more inclusive and contextual policy approach to ensure that digital transformation genuinely addresses the interests and socio-economic conditions of lower-class communities in a fair and participatory manner.</em></p> <p>Abstrak</p> <p class="Abstract" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span lang="EN-US" style="font-size: 8.0pt; font-family: 'Book Antiqua',serif;">Artikel ini membahas fenomena digitalisasi pasar tradisional di Pasar Atas Cimahi pada era Revolusi Industri 5.0 dengan menggunakan teori hegemoni Antonio Gramsci sebagai kerangka analisis. Penelitian ini berfokus dalam implementasi sistem pembayaran nontunai <em>QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)</em>. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi kebijakan, berita media, dan wawancara semi-terstruktur terhadap pedagang pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kepatuhan administratif terhadap kebijakan digitalisasi, implementasinya tidak berjalan optimal karena berbagai hambatan seperti rendahnya literasi digital, kesenjangan usia, kebutuhan perputaran uang tunai, dan beban biaya transaksi. Dalam perspektif Gramsci, hal ini mencerminkan bentuk hegemoni yaitu dominasi ideologis yang tampak diterima, tetapi belum dihayati secara penuh oleh kelompok yang didominasi. Digitalisasi tidak sepenuhnya dimaknai sebagai kemajuan oleh pedagang, melainkan juga sebagai beban baru yang tidak sesuai dengan kebutuhan riil mereka. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan kebijakan yang lebih inklusif dan kontekstual, agar transformasi digital benar-benar menyentuh kepentingan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat lapisan bawah secara adil dan partisipatif. </span></p>Windri WistiAnggi Putra Kedua
Copyright (c) 2025 Windri Wisti, Anggi Putra Kedua
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3041909510.57255/intellect.v4i1.1362